Awak Mobil Tangki Pertamina di Makassar Ancam Mogok Kerja

17 Juni 2017 21:25
Foto ilustrasi. (Ist)

MAKASSAR, INIKATA.com – Upaya mogok kerja 140-an awak mobil tangki (AMT) yang selama ini mengangkut dan mendistribusikan BBM dan BBG di sejumlah POM bensin di Kota Makassar, Provinsi Sulael diperkirakan akan berimbas pada kelangkaan bahan bakar.

Anwar Djamaluddin Sekertaris AMT Sulsel saat dikonfirmasi, mengaku upaya mogok nasional ini bukan tanpa alasan, sebab sudah puluhan tahun AMT diperlakukan tidak manusiawi, misalnya dipekerjakan lebih dari 12 jam, di mana sehari-hari dalam mengemudikan dan mengangkut BBM dan BBG kami mempertaruhkan nyawa, tapi perlakuan sewenang-wenang masih kerap dirasakan AMT.

“Ini kami mempertaruhkan nyawa, yang kami angkut itu bom, bayangkan saja tiap harinya kami harus mengangkut BBM dan BBG dengan sangat ekstra hati-hati, sebab sewaktu waktu bisa meledak, dan pekerjaan ini kami kerjakan lebih dari 12 jam sehari, dan saat kami menuntut gaji lembur, eh malah dapat ancaman,” sebutnya.

Kami ketahui karyawan BUMN yang telah bekerja lebih dari 6 tahun sudah seharusnya diangkat menjadi pekerja tetap, tapi yang dilakukan PT Pertamina Patra Niaga malah secara tiba-tiba melakukan PHK sepihak bahkan hanya lewat SMS.

“Makanya kami di Sulawesi sendiri sampai tuntutan kami dan kawan kawan kami di Plumpang masih juga kena PHK sepihak, tidak ada kata berhenti, kami dan teman teman yang bersolidaritas, seperti FMK, dan Srikandi dan beberapa lainnya tidak akan surut, karena ini hak kami,” sebutnya.

Anwar juga sangat kecewa terhadap BUMN yang satu ini, pasalnya, dari data yang kami dapatkan, tahun 2016 kemarin keuntungan mereka mencapai 61 triliun naik 12% namun saat kami meminta adanya perubahan hitungan gaji lembur, malah tidak dipenuhi, bahkan diancam PHK.

“Inikan tidak memberi hak kami, dan ini sudah mencuri keringat kami, olehnya silahkan kami AMT Sulawesi hari ini akan menyatakan tidak ada Distribusi BBM dan BBG tanggal 19-23 Juni 2017 nantinya,”tutupnya. (**)

Miliki Segera Hunian Asri dilokasi Strategis, Griya Rindu Alam

Comments