Ini Alasan Kementerian Keuangan Naikkan Santunan Jasa Raharja

23 Mei 2017 21:15
Staf Ahli Bidang Kebijakan dan Regulasi Jasa Keuangan dan Pasar Modal Departemen Keuangan RI, Isa Rachmatarwata, M.Math.(fakra/inikata)

MAKASSAR,INIKATA.com – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mulai merealisasikan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) tentang kenaikan santunan korban kecelakan penumpang umum dan lalu lintas hingga dua kali lipat. Aturan ini mulai berlaku 1 Juni 2017.

Staf Ahli Bidang Kebijakan dan Regulasi Jasa Keuangan dan Pasar Modal Departemen Keuangan RI, Isa Rachmatarwata, M.Math menjelaskan, Kemenkeu bersama PT Jasa Raharja menilai peningkatan nilai santunan dilakukan karena telah terjadi perubahan pada faktor kebutuhan hidup dan inflasi, antara lain, kenaikan biaya rumah sakit, obat-obatan, dan kenaikan biaya penguburan.

Selain peningkatan nilai santunan lanjut Isa, kemenkeu juga memandang perlu untuk memberikan manfaat baru berupa penggantian biaya P3K dan penggantian biaya ambulans karena akan menyelamatkan jiwa korban di saat kritis.

Isa menerangkan, alasan kenaikan besaran santunan tersebut menyusul kondisi keuangan Jasa Raharja yang dinilai semakin membaik setiap tahunnya.

” Sejumlah pertimbangan kami salah satunya adalah setelah terus memantau dan melihat kinerja keuangan jasa raharja, terbukti dari tahun ke tahun terpelihara dengan baik, percepatan dan pendapatan kenaikannya lebih besar dari pada santunan yang harus dibayarkan, dan prinsipnya mengambil dana yang asalnya dari masyarakat yah harus dikembalikan lebih besar juga,” ujar Isa ditemui disela-sela Sosialisasi Kenaikan Besar Santunan Korban Kecelakaan Penumpang Umum dan Korban Kecelakaan Lalu Lintas Jalan di Gedung Graha Pena Makassar, Selasa (23/5/17).

Sejalan dengan itu, Isa mengatakan, selama delapan tahun terakhir, jumlah penumpang angkutan umum dan jumlah kendaraan bertambah secara signifikan. Di saat yang bersamaan, proporsi jumlah penumpang yang mengalami kecelakaan atau jumlah korban kecelakan lalu lintas cenderung menurun.

Sekedar diketahui, besaran kenaikan santunan naik 100 persen dibandingkan santunan sebelumnya.

Untuk korban kecelakaan angkutan umum di darat, jika sebelumnya besaran yang didapat sebelumnya Rp25 juta maka dengan ketentuan baru santunan menjadi Rp50juta untuk korban meninggal dunia.

Untuk korban yang mengalami cacat tetap (maksimal) dengan ketentuan baru mendapat santunan sebesar Rp 50 juta dari sebelumnnya sebesar Rp25juta.

Pun berlaku untuk biaya perawatan (maksimal) diberikan santunan sebesar Rp20juta.

Sementara biaya penguburan bagi korban, berdasarkan ketentuan baru mendapat santunan sebesar Rp4juta, biaya penggantian P3K yang sebelumnnya tidak ada kini diberikan santunan sebesar Rp1 juta.

Penggantian biaya ambulans yang sebelumnnya tidak ada, diberikan sebesar Rp500 ribu.

Sementara untuk korban kecelakaan angkutan umum di udara tidak mengalami kenaikan santunan, baik meninggal dunia, korban cacat tetap dan biaya perawatan. (**)

Miliki Segera Hunian Asri dilokasi Strategis, Griya Rindu Alam

Comments