Pangsa Pasar UMKM Tidak Sampai 20%, BI Ancam Batasi Penyaluran Kredit

7 Desember 2016 16:26

MAKASSAR,INIKATA.com – Bank Indonesia telah menyusun agenda pangsa pasar untuk kredit bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) hingga tahun 2018 harus mencapai 20 persen dari penyaluran kredit.

” Bila tidak, akan ada hukuman bagi perbankan,” tegas Wiwiek Sisto Widayat, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Wilayah Sulawesi Selatan saat menggelar jumpa pers baru-baru ini.

Hukuman yang dimaksud wiwiek adalah, dengan pembebanan tambahan kewajiban biro giro wajib naik 0,25-1%, juga bank tersebut akan dibatasi menyalurkan kredit.

Dari laporan bulanan BI Sulsel, kinerja perbankan hingga bulan Oktober 2016 penyaluran kredit tercatat Rp102,66 triliun tumbuh 13,90% (yoy) pertumbuhan tertinggi penyaluran kredit tercatat untuk investasi sebesar 16,24%, diikuti modal kerja 13,68% dan konsumsi 13,03 %.

Sementara secara sektoral tertinggi di sektor di Industri pengelolahan 55,45% diikuti perikanan 38,24 \% dan pertanian terkecil hanya 29,13%. Dan kota Makassar masih tercatat yang paling banyak menyerap kredit sebesar 65,68% disusul kota Parepare 5,03% dan kota Palopo 3,33%.

Posisi kredit UMKM sendiri dalam bulan Oktober tersebut tercatat Rp32,43 triliun, tumbuh 12,93% dengan porsi terhadap kredit perbankan mencapai 31,59%. Laporan Bi juga menyebutkan pertumbuhan kredit UMKM tertinggi diserap oleh kredit mikro 31,83% dengan porsi terhadap kredit UMKM sebesar 28,27%.

Terkait kecilnya penyaluran kredit untuk sektor pertanian, BI berjanji akan terus mendorong perbankan untuk menyalurkan kredit di sektor pertanian untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dari sektor ini.

“Sektor ini cukup penting untuk digarap meningkatkan pertumbuhan ekonomi, BI akan terus mendorong penyaluran kredit di sektor ini juga di sektor yang menyerap lapangan kerja besar,” tutup Wiwiek.

 

Penulis: Fakra

Miliki Segera Hunian Asri dilokasi Strategis, Griya Rindu Alam

Comments