Ekspor Sulsel Lesu, SYL Minta Ada Komoditi Alternatif

17 November 2016 21:22

MAKASSAR, INIKATA.com – Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengakui jika nilai ekspor Sulsel menurun tahun ini jika dibandingkan pada bulan yang sama di tahun sebelumnya. Hal utama yang menyebabkan hal ini terjadi menurutnya adalah negara tujuan ekspor yang kondisi ekonominya juga sedang melemah.

“Katakanlah daerah tujuan ekspor kita yang terbesar, Amerika, Cina, dan Eropa terjadi perlambatan,”kata SYL, Kamis (17/11/2016).

Artinya daya serap negara di kawasan ini atau impor mereka diturunkan. Pola belanja luar negeri mereka berubah menjadi pola wait and see yang artinya hanya membeli apa yang mempengaruhi kondisi ekonomi negara mereka secara langsung.

“Saya kira ini jadi tantangan tersendiri, walaupun hal ini bisa terjadi setiap saat,” ujar SYL.

Oleh karena itu melalui Temu Wicara Peningkatan Daya Saing Ekspor dalam Memacu Perekonomian Sulsel yang digelar di Hotel Clarion Makassar ini, ia ingin mencari alternatifnya. Jika ekspor di bidang tambang melemah misalnya, maka produk ekspor yang kuat harus didorong.

Jalan lain misalnya bukan tidak mungkin dengan memunculkan produk ekspor baru, seperti produk makanan atau hasil perkebunan. Dengan demikian diharapkan penurunan nilai ekspor produk lain bisa tertutupi sedikit sehingga laju penurunan ekonomi bisa lebih dikendalikan.

“Misalnya kita siapkan ekspor rambutan, kita cari daerah rambutan, kita buat program atau agendanya, dan itu yang kita persiapkan ekspor,” tutur SYL.

Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel merilis, jika nilai ekspor Sulsel menurun 22,78% pada periode Januari-Oktober 2016 jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Nilai ekspor Sulsel pada periode Januari – Oktober 2016 sebesar USD 924,82 juta. Sementara, tahun lalu di periode yang sama mencapai USD 1.197,61 juta.

Lesunya ekspor Sulsel pada periode Januari-Oktober tahun ini salah satunta disebabkan karena permintaan di pasar global yang sedang menurun. (**)

Penulis: Arga

Miliki Segera Hunian Asri dilokasi Strategis, Griya Rindu Alam

Comments