Beredar di Medsos, BI Bantah Logo Uang Rupiah Palu Arit

12 November 2016 16:52

MAKASSAR, INIKATA.com – Seketika media sosial dihebohkan dengan informasi simpang siur terkait logo pecahan uang kertas menyerupai ” Palu Arit “, terutama pada logo kertas pecahan Rp 100.000 .

Kemunculan logo uang tersebut diketahui lewat media sosial (medsos). Benarkah BI telah mengeluarkan uang berlogo menyerupai “Palu Arit ” tersebut?

Ternyata, keberadaan uang kertas pecahan Rp 100.000 menyerupai lambang komunis ini dibantah Bank Indonesia (BI). Bank Sentral ini langsung memberikan klarifikasi perihal informasi di media sosial yang menyatakan demikian.

Kepala Bank Indonesia Provinsi Sulsel, Wiwiek Sisto Widayat menegaskan, kertas pecahan Rp 100.000 tahun 2014 yang memiliki tanda/gambar “Palu Arit” tidaklah benar.

Menurutnya, pada setiap uang kertas Rupiah yang masih berlaku (mulai pecahan Rp1.000- Rp100.000, terdapat unsur pengaman yang disebut sebagai “Rectoverso” atau ” Gambar Saling Isi “.

Dimana, Rectoverso pada uang kertas Rupiah dapat dilihat pada bagian depan uang di sudut kiri atas di bawah angka nominal & pada bagian belakang uang di sudut kanan atas di bawah nomor seri.

Rectoverso lanjut Wiwiek, adalah suatu teknik cetak khusus pada uang kertas dimana pada posisi yang sama & saling membelakangi di bagian depan dan bagian belakang uang kertas terdapat suatu ornamen khusus seperti gambar tidak beraturan.

Namun demikian apabila Rectoverso pada uang kertas diterawang ke arah cahaya maka akan terbentuk suatu gambar yg beraturan.

” Pada setiap pecahan uang kertas Rupiah, Rectoversonya membentuk ornamen lambang “BI”,” kata Wiwiek, Sabtu (12/11/2016).

Sejauh ini Rectoverso adalah unsur pengaman yang sulit dipalsukan. Selain digunakan pada uang kertas Rupiah, unsur pengaman Rectoverso juga digunakan oleh banyak negara, seperti uang kertas Malaysia Ringgit (membentuk ornamen bunga), dan uang kertas Euro (membentuk ornamen nilai nominal).

” Jadi jangan khawatir dengan uang Rupiah kita, ini adalah logo BI bukan Palu Arit,” tambahnya.

Dia menilai, kesimpang siuran logo BI di sejumlah media sosial hanya dilakukan pihak-pihak yang kurang bertanggung jawab.

Sebab itu, dia menghimbau kepada masyarakat untuk tetap memperhatikan informasi yang beredar.

Sebagai informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menemukan informasi tentang Rupiah, termasuk ciri keaslian rupiah di link http://www.bi.go.id/id/rupiah/default.aspx. (**)

Penulis: Fakra

Miliki Segera Hunian Asri dilokasi Strategis, Griya Rindu Alam

Comments