Nilai Tukar Petani Sulsel Alami Penurunan

5 November 2016 18:56

MAKASSAR, INIKATA.com – Nilai Tukar Petani (NTP) yang diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib), merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di pedesaan.

NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan/daya beli petani.

Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga perdesaan pada Oktober 2016, NTP di Sulawesi Selatan secara umum mengalami penurunan sebesar 0,60 persen dibandingkan bulan September 2016, yaitu dari 104,86 menjadi 104,23.

“Hal ini disebabkan indeks harga hasil produksi pertanian mengalami kenaikan yang lebih kecil dibandingkan dengan kenaikan indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga maupun untuk keperluan produksi pertanian,” ujar Nursam Salam Kepala BPS Sulsel, Sabtu (5/10/16).

Kata dia, NTP bulan Oktober 2016 mengalami penurunan karena indeks yang diterima petani (it) turun sebesar 0,62 % dan indeks yang dibayar petani turun sebesar 0,02 %.

“Bila dibandingkan dengan NTP September 2016 maka empat dari lima subbsektor mengalami penurunan yaitu subsektor Hortikultura turun sebesar 1,52 %, subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat turun sebesar 2,37 %, subsektor Peternakan mengalami penurunann sebesar 0.98 %, dan subsektor Perikanan turun sebesar 0,22%,” sebutnya.

Penulis: Risman

Miliki Segera Hunian Asri dilokasi Strategis, Griya Rindu Alam

Comments