Pengrajin Miniatur Kapal Pinisi di Barru Butuh Akses Pasar

31 Oktober 2016 16:17

BARRU, INIKATA.com – Para pemuda yang tergabung dalam komunitas Anak Wanua Ogi (AWO) di Desa Kamiri Kabupaten Barru merupakan pengrajin miniatur kapal pinisi dari bambu yang mengalami kesulitan dalam memasarkan produk yang telah dihasilkan.

Ansarman Selaku Ketua Komunitas AWO kepada Inikata.com mengatakan, para pengrajin mengalami kendala modal dan akses pemasaran untuk mengembangkan usaha kerajinanannya itu.

Ia mengaku sampai saat ini belum ada upaya dukungan dari pemerintah setempat untuk memberikan bantuan modal dalam mengembangkan usaha kerajinan miniatur kapal pinisinya secara lebih luas lagi. “Sampai sekarang ini kami masih mengandalkan modal dari patungan kawan-kawan,” ujarnya, Senin (31/10/16).

Ia juga menjelaskan, selain persoalan keterbatasan modal, pihaknya juga mengeluhkan terkait terbatasnya pemasaran produk yang dihasilkan.

Padahal kata Ansarman prospek usaha yang didirikannya itu tidak lain untuk membantu meningkatkan perekonomian daerah. Ia pun berharap pemerintah setempat akan memberikan bantuan modal maupun akses pemasaran. Sebab, selama ini produksi yang mereka hasilkan hanya mampu terjual di tingkat kecamatan dan paling jauh baru selevel kabupaten.

“Sebenarnya dari segi peminat, produk miniatur kapal pinisi ini cukup banyak diminati konsumen karena memiliki ciri khas tersendiri yakni terbuat dari bambu, apalagi icon Sulawesi Selatan yakni kapal Pinisi. Namun karena keterbatasan modal, sehingga hasil produksinya terbatas,” katanya.

Ansarman menjelaskan, untuk pembuatan satu miniatur kapal pinisi biasanya membutuhkan waktu selama 2-3 hari, sebab tingkat kesulitannya sangat tinggi,”Selain miniatur kapal pinisi, kami juga membuat miniatur rumah adat khas Sulsel, Miniatur becak, delman, dan sebagainya,” ujarnya.

 

Penulis: Risman

Miliki Segera Hunian Asri dilokasi Strategis, Griya Rindu Alam

Comments