Majukan Industri Kreatif Dengan Workshop Fashion Karnaval

3 Oktober 2016 20:11

MAKASAR, INIKATA.com – Dinas Perindustrian dan Perdagangan, kembali akan menggelar Fashion Carnaval on the street dengan tema “Sulawesi Pa’rasanganta”yang akan menjadi event tahunan kedepannya sekaligus untuk menyambut hari jadi Sulawesi Selatan ke-347.

Kepala Bidang Industri Alat Transportasi, Elektronika dan Eneka (IATEA), Meyke Najamuddin, mengatakan seluruh akan melibatkan seluruh elemen masyarakat khususnya yang berkecimpung di industri kreatif dan umkm yang ada di Sulsel.

“Ditahun ketiga ini bedanya adalah kita lebih fokus pada tahap edukasi atau pelatihan dalam bentuk workshop cara membuat workshop make up dan workshop make up kalau tahun kemarin kita edukasi kita mendatangkan Jember Fashion Karnaval dan tahun ini kita memberikan piala bergilir bagi para peserta fashion karnaval,”ujarnya, Senin (3/10/2016).

Tahun depan kata dia perencanaan akan dilakukan dari awal oleh para pelaku industri kreatif, lebih banyak mempromosikan keluar provinsi sesuai karena kita ingin even ini menggaung secara nasional maupun internasional.

“Kita berharap Gorontalo,Solo,Semarang dan Jatim ikut serta dalam even kali ini.Untuk bahan dasar sendiri kita masih menggunakan potensi lokal alias lokal wisden.Masih menggunakan Sutera Sulsel dengan padu padan atau kolaborasi fashion modern dan traditional namun tetap dalam bentuk fashion karnaval,”kata Mey.

Even ini juga bertujuan untuk mengajak seluruh pihak maju bersama, termasuk para desainer yang ingin ikut ambil bagian dalam karnaval ini,Diperindag bekerjasama dengan Dekranasda Sulsel dan Asosiasi Industri Kreatif Sulawesi Selatan, juga akan mengadakan workshop desain, make-up karakter, pembuatan kostum, hingga workshop koreografi, akan digelar pada puncak acara 16 Oktober 2016 mendatang.

Pada puncak Fashion Carnaval nanti, seluruh peserta dari kalangan pelajar, SKPD, Pemerintah kabupaten kota, BUMN, BUMD, PHRI, dan pihak Swasta, hingga TNI dan Polri, akan ikut ambil bagian. Seluruh peserta fashion street akan berjalan dgn busananya masing-masing, di sepanjang jalan Jenderal Sudirman Makassar.

Kepala Seksi Industri Aneka Dinas Perindusatrian dan Perdagangan Sulsel Hasrina Ali mengatakan seluruh peserta karnaval wajib menggunakan kostum dengan kombinasi sutera.

“Penilaian utama adalah kreatifitas kostum yang mengedepankan penggunaan kain sutra Sulsel, dengan komposisi minimal 40 persen sutra dan 60 persen bahan kombinasi lainnya,”ujarnya.

Adapun lokasi even dipusatkan di depan rumah jabatan Gubernur Sulsel, akan menampilkan beragam atraksi lainnya seperti, Drumband, Tari Traditional , dan masih banyak ide-ide kreatif yang akan muncul pada tahun ini.

“Pokoknya tahun ini adalah tahun pelatihan alias workshop.Tahun ini yang berbeda juga ada juga foto booth,standing selfie di beberapa titik lokasi acara dengan harapan even ini mampu menumbuhkan industri kreatif lainnya khususnya dalam pembuatan fashion karnaval yang semakin hari semakin banyak peminatnya,”jelasnya. (**)

Penulis: Nina

Miliki Segera Hunian Asri dilokasi Strategis, Griya Rindu Alam

Comments