64 Persen Usaha di Sulsel Tidak Menempati Bangunan

3 Oktober 2016 20:03

MAKASSAR, INIKATA.com — Dalam menghadapi pasar bebas khususnya terkait dengan penerapan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), kekuatan dunia usaha perlu dipetakan. Sensus Ekonomi 2016 yang baru saja selesai dilaksanakan oleh BPS menghasilkan informasi awal berupa jumlah usaha di luar sektor pertanian.

Berdasarkan hasil Sensus Ekonomi 2016, jumlah usaha non-pertanian di Provinsi Sulawesi Selatan sebanyak 936,8 ribu usaha, atau meningkat sebesar 24,7 persen jika dibandingkan jumlah usaha hasil Sensus Ekonomi 2006 yang tercatat sebanyak 751,4 ribu usaha.

Kepala BPS Sulsel Nursam Salam menyebutkan dari sebanyak 936,8 ribu usaha hasil Sensus Ekonomi 2016, tercatat sebanyak 336,8 ribu usaha yang menempati bangunan khusus untuk tempat usaha.

Dengan demikian, sebanyak 600 ribu usaha tidak menempati bangunan khusus usaha, seperti pedagang keliling, usaha di dalam rumah tempat tinggal, usaha kaki lima, dan lain sebagainya.

“Dari hasil Sensus Ekonomi 2016 kiranya tantangan yang dihadapi Provinsi Sulawesi Selatan cukup berat di era persaingan bebas, mengingat lebih dari 64 persen usaha tidak menempati bangunan yang khusus diperuntukkan bagi kegiatan usahanya. Untuk itu produktivitas dan daya saing usaha perlu ditingkatkan,” tutur Nursam, Senin (3/10/16).

Dilihat berdasarkan kabupaten/kota 131,7 ribu , Makassar merupakan kota dengan jumlah usaha atau berkontribusi sebesar 14 persen terhadap total usaha di Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2016.

“Jika melihat hasil Sensus Ekonomi tahun 2006, kontribusi usaha kota Makassar mengalami penurunan. Dimana pada tahun 2006 banyaknya usaha di kota Makassar berkontribusi sebesar 17,2 persen terhadap total usaha di Provinsi Sulawesi Selatan,” ungkap Nursam. (**)

Penulis: Risman ‎

Miliki Segera Hunian Asri dilokasi Strategis, Griya Rindu Alam

Comments