Tingkatkan Kualitas JKN-KIS, BPJS Kesehatan Perkuat COB

14 September 2016 16:21

MAKASSAR,INIKATA.com – BPJS Kesehatan berharap implementasi JKN-KIS mampu memberi kekuatan bangsa demi meningkatkan perlindungan kesehatan untuk seluruh rakyat Indonesia.Khususnya bagi para pekerja melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Demikian diungkapkan Direktur Kepesertaan dan Pemasaran BPJS Kesehatan, Andayani Budi Lestari dalam Forum Diskusi bertajuk ” Bincang JKN-KIS Bersama Andy F.Noya” bertemakan Sinergi Kekuatan Bangsa Untuk Perlindungan Pekerja di Hotel Clarion Makassar, Rabu (14/9/16).

Kata dia,BPJS Kesehatan beserta stakeholder terkait terus berupaya meningkatkan kualitas Program JKN-KIS demi memastikan rakyat Indonesia memiliki perlindungan kesehatan secara adil dan merata, serta mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Salah satunya, melalui penguatan implementasi koordinasi manfaat atau coordination of benefits (COB).

” Di awal memang sempat terdapat kekwatiran oleh badan usaha yang saat ini telah menggunakan asuransi komersial dan mendapat manfaat ruang perawatan yang tergolong sangat baik dan akan turun kualitasnya ketika mereka beralih jadi peserta JKN-KIS,’ kata Andayani.

Namun hal tersebut tidak perlu dirisaukan kata Andayani, pasalnya peraturan perundang-undangan yang ada mampu menjawab keresahan itu dengan mengatur adanya mekanisme koordinasi manfaat atau dikenal dengan coordination of benefits (COB).

Guna memperkuat implementasi COB, berbagai perbaikan pun telah dilakukan salah satunya, telah terbitnya peraturan BPJS Kesehatan Nomor 4 Tahun 2016 tentang petunjuk teknis koordinasi manfaat.

Andayani menambahkan, terdapat prinsip dalam implementasi COB, diantaranya :
1. Penerapan COB dilakukan bagi Peserta JKN-KIS yang memiliki hak atas perlindungan program Asuransi Kesehatan Tambahan (AKT) (didaftarkan oleh perusahaan atau mendaftar sendiri).
2. Memastikan Peserta memperoleh haknya sesuai mekanisme yang berlaku pada BPJS Kesehatan.
3. Tidak melebihi total jumlah biaya pelayanan kesehatannya.
4. COB BPJS Kesehatan dengan penyelenggara AKT (indemnity, cash plan dan managed care) dengan ketentuan:
– BPJS Kesehatan sebagai penjamin pertama.
-. Penyelenggara AKT sebagai pembayar pertama.
5. Jika memiliki lebih dari 1 AKT maka:
– Koordinasi Manfaat hanya dilakukan oleh salah satu AKT yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
– Peserta atau Badan Usaha dapat secara langsung melakukan pendaftaran dan pembayaran iuran kepada BPJS Kesehatan tanpa melalui Penyelenggara AKT.

Tidak sampai disitu, BPJS Kesehatan juga siap bekerjasama dengan FKTP (Klinik, Dokter Praktek Perorangan, dsb) dan FKRTL (Rumah Sakit) yang selama ini menjalin kerjasama dengan AKT yang bersangkutan. Apalagi saat ini banyak calon peserta BPJS Kesehatan yang berasal dari badan usaha baik BUMD, BUMN atau swasta yang terbiasa dengan FKTP/FKRTL yang selama ini bekerjasama dengan AKT yang mereka gunakan.

” Sudah ada 13 AKT yang telah mendaftarkan peserta COB kepada kantor cabang prima BPJS Kesehatan, yang terdiri dari 105 badan usaha dengan 234.636 jiwa yang terdaftar sebagai peserta COB,” sebutnya.

 

 

Penulis: Risman

Miliki Segera Hunian Asri dilokasi Strategis, Griya Rindu Alam

Comments