BI Sulsel Musnahkan 3.604 Lembar Uang Palsu

17 Mei 2017 17:05
Ilustrasi uang

MAKASSAR, INIKATA. com-Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan memusnahkan sebanyak 3.604 lembar uang palsu, di sela penandatanganan MoU dengan Kepolisian Daerah Sulsel, di Kantor BI jalan Jenderal Sudirman Makasar, Rabu (17/5/2017).

Pemusnahan dilakukan secara simbolik oleh Kepala Perwakilan BI Sulsel Wiwiek Sito Widayat, bersama Kapolda Sulsel Irjen Muktiono. Uang tiruan dengan beragam nominal dihancurkan dengan mesin pencacah kertas.

Wiwiek mengungkapkan, uang palsu yang dimusnahkan merupakan barang temuan yang dikumpulkan selama periode Desember 2015 sampai Maret 2017. Barang ini didapatkan dari sejumlah bank di Sulsel serta sitaan dari pengadilan.

“Uang palsu ini telah diklarifikasikan sampai akhirnyada pada tahap pemusnahan. Dalam rangka perlindungan hukum terhadap masyarakat melalui pengelolaan rupiah yang aman,” kata Wiwiek.

Wiwiek menyatakan pemusnahan uang palsu merupakan kegiatan perdana di Sulsel usai kebijakan desentralisasi. Sebelumnya uang tiruan dari seluruh daerah selalu dimusnahkan di Jakarta.

“Ini pengalaman pertama. Kami mengapresiasi kelompok perbankan yang aktif melaporkan temuan uang palsu, serta upaya edukasi terhadap masyarakat dalam mengenali ciri-ciri rupiah,” ujar Wiwiek.

Uang palsu yang dimusnahkan di Sulsel sebagian besar meniru rupiah emisi lama. Menurut Wiwiek, peredaran aktivitas serupa bisa diminimalisir melalui rupiah emisi baru tahun 2016. Sebab pada keluaran teranyar, rupiah dilengkapi lebih banyak unsur pengaman, antara lain recvtoverso, mikto teks, gambar tersembunyi, dan tinta warna.

“Tapi tetap kita tidak bisa menjamin 100 persen tidak ada pemalsuan uang. Sebab para pelaku pasti terus berupaya mencari cara baru memalsukan,”tuturnya.

Di tempat yang sama, Kapolda Sulsel Irjen Muktiono menyatakan pihaknya sementara menelusuri muasal uang palsu yang beredar di masyarakat. Sejauh ini belum ada tersangka seputar kasus tersebut. Adapun masyarakat diimbau tetap waspada.

“Yang mau saya tekankan hari ini, penyebutan uang palsu itu berdasarkan jumlah lembaran. Bukan nilai nominalnya. Karena uang palsu itu tidak ada nilainya,”ucap Muktiono.(**)

Miliki Segera Hunian Asri dilokasi Strategis, Griya Rindu Alam

Comments