Pemerintah Berembuk untuk Jaga Inflasi

18 April 2017 1:09
Seorang pedagang di pasar. (Foto: ist)

INIKATA.com – Dalam rangka menjaga kestabilan harga-harga menjelang Ramadhan dan Idul Fitri tahun 2017, sejumlah Kementerian dan Lembaga (K/L) berkoordinasi pada rapat Rapat Koordinasi Pembahasan Inflasi, pada Kamis (13/04) di Jakarta.

Dikutip dari situs Kementerian Koordinasi Bidang Perekonomian (Kemenko), inflasi komponen administered price (AP) pada Maret 2017 berasal dari kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) tahap kedua dan kenaikan harga bahan bakar khusus seperti pertalite, pertamax, dan pertamax plus. Kenaikan tersebut akibat dari deflasi sebesar 0,02% (mtm), secara tahunan mencapai 3,61% (yoy), sehingga inflasi sepanjang tahun 2017 sebesar 1,19% (ytd). Dilihat dari komposisinya, komponen volatile food (VF) mengalami deflasi 0,77%, sementara komponen administered price (AP) masih mengalami inflasi sebesar 0,37%.

“Untuk itu, kita perlu berembuk untuk mengendalikan volatile food agar tidak bergejolak di tengah adanya tekanan administered price. Kita perlu mendapatkan titik optimum di antara dua hal itu, termasuk untuk persiapan menjelang puasa dan lebaran”, ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko) Darmin Nasution.

Hadir dalam rakor ini antara lain Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowadojo, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kemenko Perekonomian Musdhalifah Machmud, dan pejabat K/L terkait. (**)

Miliki Segera Hunian Asri dilokasi Strategis, Griya Rindu Alam

Comments