Mendulang Rupiah dari Bisnis Tas Rajutan

9 Maret 2017 19:45
Herlina (afri/inikata)

MAKASSAR, INIKATA.com – Mendulang rupiah dari memasarkan usaha di media sosial (medsos) tak disia-sia kan Herlina yang menggeluti bisnis rajutan. Medsos pun ia manfaatkan demi menjaring konsumen hingga meraih kesuksesan seperti saat ini.

Ia yang awalnya bergelut di dunia kuliner tak menyangka akan sukses di bidang ini.

” Kalau usaha makanan minuman butuh modal yang besar dan agak ribet urus izinnya, jadi saya memilih bergelut di dunia usaha rajutan karena simple,” ujar Herlina, Kamis (9/3/2017) .

Ia mengakui jika dirinya tak terlalu hatam merajut, namun ia memiliki niat untuk berwirausaha. Ia pun mempelajarinya secara autodidak.

“Saya belajar secara autodidak dengan melihat lewat youtube dan buku-buku keterampilan merajut. Setelah setahun baru bisa, disitulah saya membuka usaha rajutan,” akunya.

Kemudian, pada tanggal 25 Mei 2015 lalu kata Herlina, ia mendirikan sebuah usaha rajutan, Rajutan Macora. Usaha tersebut telah berjalan selama dua tahun dan menghasilkan lumayan banyak hasil rajutan.

” Tanggal 25 Mei nanti, usaha saya genap 2 tahun. Dan selama ini, saya sangat bersyukur karena berjalan sangat lancar,” ucapnya.

Nama Macora pun diambil dari nama kakeknya. Kata Herlina bapaknya berasal dari keluarga la macora kalau dalam bahasa bugis artinya cerah, “Jadi saya berharap masa depan usaha saya ini sesuai dengan namanya, yakni cerah dan membuahkan hasil yang baik,” tuturnya.

Ia mengatakan, benang yang digunakan itu berupa polyester pada awal mulai bergelut di dunia bisnis online. Benang tersebut dibeli dengan secara online lantaran belum ada di Kota Makassar.

“Saya beli benang itu di Surabaya, karena kebetulan belum ada di Makassar waktu itu. Tapi seiring waktu berlalu, benang saya pakai telah diganti lebih baik,” tukasnya.

Adapun hasil barang dagangan yang ia jual melalui media sosial, yakni berupa tas rajutan dengan harga yang bervariatif. Namun, ia mengaku usahanya telah laku sampai di luar Kota Makassar.

“Saya pasarkan barang daganganku melalui Facebook, Instagram, Line dan Website dengan harga bervariatif dari Rp 100 ribu sampai Rp500 ribu itupun tergantung ukurannya. Tas rajutan ini laku sampai Morowali hingga Soppeng,” jelasnya.

Ia mengatakan jika dirinya memulai usaha tersebut dengan modal Rp100 ribu lantaran untuk membeli berbagai macam bahannya seperti benang, jarum rajut, kain puring dan benang jahit. Namun usahanya pun dikelola oleh perusahaan yang lain.

“Hanya modal Rp100 ribu dengan beli peralatan diperlukan saja. Dijualnya sesuai dengan modal saya, dan ada beberapa produk usaha yang mau mengelola hasil karya saya seperti PT Nawala, Belanja.com, BRI di rumah kreatif BUMN, dan PT Pos,” katanya.

Ia menambahkan, dirinya merasa bersyukur lantaran hasil karyanya bisa tembus ke pasar ekspor. Dan ia dirinya menargetkan usahanya bisa mengikuti pameran ke luar negeri sebagai produk lokal bisa lolos ekspor.

“Doakan saja bisa tembus ke pameran luar negeri yaa. Dan hasil daganganku laku waktu di akhir tahun, yakni 4 tas laku terjual yang dibandrol Rp 2 juta,” pungkasnya.(**)

Miliki Segera Hunian Asri dilokasi Strategis, Griya Rindu Alam

Comments