KPPU Buktikan Honda-Yamaha Kartel, Denda Puluhan Miliar Menanti

4 Maret 2017 0:53
Ketua KPPU RI, Syarkawi Rauf.

MAKASSAR, INIKATA.com – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) telah menetapkan “bersalah” Yamaha-Honda dalam menentukan harga jual ke konsumen atau kartel.

Dua perusahaan itu didenda masing-masing Rp 25 Milliar (Honda) dan Rp 22,5 Milliar  (Yamaha).

“Honda didenda paling banyak karena paling kooperatif melakukan kartel,” ungkap Ketua KPPU RI, Syarkawi Rauf kepada Inikata.com, Jumat (03/03/2017).

Menurutnya, KPPU yakin kedua perusahaan terlapor itu terbukti bersalah melakukan kartel dari bukti-bukti yang dikantonginya.

“Pertama yang kita jadikan bukti ialah bukti-bukti komunikasi yang dilakukan dua perusahaan itu. Jadi Direksi perusahaan itu aktif melakukan komunikasi baik ketemu secara langsung maupun komunikasi via email,”ungkapnya.

Selain itu, untuk memperkuat dari bukti komunikasi, pihaknya melakukan analisis ekonomi. Diantaranya, menganalisa perubahan harga produk kedua perusahaan itu yang relatif sama dari waktu ke waktu.

“Kalau perusahaan Yamaha menaikkan harga, Honda juga ikut menaikkan harga. Sehingga dari hal itu, KPPU yakin bahwa disitu ada persekongkolan,”katanya.

“Cenderung berbeda sikap dengan perusahaan lain pada industri sepeda motor. Kedua perusahaan itu (Yamaha-Honda) diduga telah bersekongkol menentukan harga jual ke konsumen, karena harga yang ditentukan ke konsumen, Yamaha-Honda relatif sama,”lanjutnya. (**)

Miliki Segera Hunian Asri dilokasi Strategis, Griya Rindu Alam

Comments