Tekan Harga Cabai, KPPU RI Punya Tiga Opsi

21 Februari 2017 10:42
Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) RI menolak pengadaan impor cabai. (Foto:int)

MAKASSAR, INIKATA.com – Melambungnya harga cabai tidak membuat KPPU menerima opsi cabai impor.

Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) RI jelas menolak pengadaan impor cabai. Menurutnya, opsi mengimpor cabai jangan dilakukan jika ingin menstabilkan harga cabai.

Dengan demikian, KPPU memberikan tiga opsi yang harus dilakukan pemerintah untuk menstabilkan harga cabai.

Tiga opsi itu ialah mengatur pola tanam cabai dari petani, mengawasi rantai retribusi cabai dan mengadakan industri olahan cabai untuk menstabilkan pasokan.

“Karena yang terjadi di beberapa tempat, petani jika melihat harga cabai tinggi mereka bareng-bareng tanam cabai. Artinya jika tanam bersamaan pasokan cabai menjadi banyak, dan otomatis harga turun,” kata Ketua KPPU RI, Syarkawi Rauf kepada inikata.com, Selasa (21/02/2017).

“Akhirnya karena harga kembali turun, cabai ditelantarkan diganti tanaman lain. Efeknya harga kembali menjadi tinggi karena pasokan rendah. Jadi fluktuasinya akan naik terus,” lanjutnya.

Menurutnya, dengan kejadian yang seperti itu yang terjadi saat ini, pemerintah mesti turut andil untuk mengatur pola penanaman cabai dari petani. Selanjutnya, kata Syarkawi, untuk menekan harga cabai dapat dilakukan dengan mengawasi rantai distribusi cabai.

“Rantai retribus cabai ini kan panjang banget. Karena dari petani ke pengepul lalu bandar daerah lalu ke bandar induk selanjutnya ke agen, dari agen ke retailer baru ke konsumen,”pungkasnya.

“Ini kan panjang banget nih. sekali rantai distribusinya. Kalau sdh panjang baru ada salah satunya yg menikmati margin (perbedaan) harga tinggi, itu yang membuat harga pasar tidak terkendali,” kata.

Opsi ketiga, lanjut Syarkawi, pemerintah mesti mendorong industri olahan cabai. Sebab, dengan adanya industri olahan cabai ini dapat menstabilkan pasokan. (***)

Miliki Segera Hunian Asri dilokasi Strategis, Griya Rindu Alam

Comments