Total Aset Perbankan Tumbuh Rp125.96 Triliun

3 Februari 2017 9:57
Kepala Perwakilan BI Sulsel Wiwiek Sisto Hidayat. (Foto:ist)

MAKASSAR,INIKATA.com –  Tahun 2016, kinerja perbankan di Sulawesi Selatan menunjukkan angka yang menggembirakan. 

Hal ini membuat intermediasi Desember 2016 berjalan baik dengan total aset perbankan yang tumbuh sebesar 7.13 persen secara year on year sebesar Rp 125.96 Triliun.

“Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun tercatat Rp82,40 triliun, tumbuh 5,01 persen yang didorong oleh pertumbuhan deposito dan tabungan masing-masing 16,99% dan 6,59%,” kata Kepala Perwakilan BI Sulsel Wiwiek Sisto Hidayat saat melakukan jumpa pers, Kamis (2/2/17).

Sementara itu, giro mengalami pelemahan dengan kontraksi -21,09%, terutama disebabkan oleh penurunan giro sektor pemerintah yang kontraksi -43,53% seiring dengan meningkatnya pengeluaran Pemerintah daerah menjelang akhir tahun.

Sementara itu, penyaluran kredit kredit terlihat tumbuh. Kredit yang disalurkan perbankan di Sulsel pada Desember 2016 pun tercatat senilai Rp103,89 triliun, tumbuh 9,38% secara tahun ke tahun.

” Berdasarkan lokasi, penyaluran kredit masih terpusat di Kota Makassar dengan porsi mencapai 65,81 persen, diikuti Kota Parepare dan Kota Palopo masing-masing 4,98 persen dan 3,32 persen,” ungkap Wiwiek.

Untuk pertumbuhan pembiayaan, nilai tertinggi dicatat oleh pembiayaan konsumsi sementara pembiayaan investasi mengalami kontraksi -4,90% yang didorong oleh penurunan kredit investasi pada lapangan usaha real estate, usaha persewaan dan jasa perusahaan serta pertambangan dan penggalian.

Berdasarkan lapangan usaha, dari laporan bulanan BI pertumbuhan pembiayaan tertinggi tercatat pada lapangan usaha jasa kesehatan dan kegiatan sosial diikuti lapangan usaha jasa perorangan dan lapangan usaha konstruksi.

Situasi berbeda terjadi di suku bunga kredit perbankan yang mengalami penurunan. Hal ini terlihat dari suku bunga tertimbang kredit perbankan di Sulsel posisi Desember 2016 yang tercatat 12,18 persen lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yakni 12,31 persen maupun bulan Desember 2015 13,03 persen.

“Meskipun mengalami penurunan, suku bunga perbankan di Sulsel per Desember 2016 masih lebih tinggi dari Nasional yang tercatat 11,01 persen. Kondisi ini seiring dengan LDR yang meningkat dan juga disebabkan oleh adanya tambahan biaya atas sebagian dana dari luar Sulsel yang digunakan untuk kredit di Sulsel,” katanya.

Berdasarkan jenis penggunaan, suku bunga tertimbang kredit investasi tercatat 11,17 persen, lebih rendah dibandingkan suku bunga kredit modal kerja dan kredit konsumsi.

Sejalan dengan kredit, suku bunga DPK juga menurun, yaitu per Desember 2016 tercatat 3,19 peren lebih rendah dari bulan sebelumnya sebesar3,32 persen.

“Suku bunga Deposito justru sedikit meningkat dari bulan sebelumnya yang tercatat 6,42 persen menjadi 6,48 persen pada Desember 2016. Namun demikian, secara historis kondisi ini sering terjadi di bulan Desember, dimana suku bunga deposito cenderung meningkat untuk lebih menarik simpanan masyarakat sebagai antisipasi penurunan DPK, akibat berkurangnya simpanan Giro Pemerintah seiring dengan adanya penyerapan realisasi anggaran,” sambungnya. (***)

Miliki Segera Hunian Asri dilokasi Strategis, Griya Rindu Alam

Comments