AGI Prediksi Terjadi Defisit Gula di Bulan Februari

31 Januari 2017 12:37
Asosisi Gula Indonesia (AGI) mencatat Produksi gula Indonesia 2016 mencapai 2,3 juta ton, menurun dibanding produksi 2015 yang mencapai 2,49 juta ton. (Foto:int)

JAKARTA – Asosisi Gula Indonesia (AGI) mencatat Produksi gula Indonesia 2016 mencapai 2,3 juta ton, menurun dibanding produksi 2015 yang mencapai 2,49 juta ton. Penurunan ini merupakan dampak cuaca dan tidak meluasnya lahan pertanian tebu.

Gula kristal putih (GKP) yang dikonsumsi rumah tangga meningkat menjadi 2,7 juta ton. Sehingga AGI memperkirakan pada Februari 2017 terjadi defisit ketersedian GKP sebesar 400 ribu ton.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) Suryo Alam mengatakan setiap tahun produsen gula rafinasi rata-rata memproduksi antara 2,1 juta ton sampai 2,2 juta ton gula rafinasi dan sebagian besar disalurkan ke industri makanan dan minuman dalam negeri.

Ia mengatakan, untuk menghasilkan gula rafinasi sebanyak itu produsen gula rafinasi butuh mengimpor kurang lebih 2,4 juta ton gula mentah. “Biasanya pemerintah memberikan izin impor sesuai dengan kebutuhan industri. Mungkin tahun ini hampir sama dengan tahun kemarin, kurang lebih 2,4 juta ton juga,” tambah Suryo Alam.

Gabungan Pengusaha makanan dan Minuman (GAPMMI) Indonesia/GAPMMI) menyodrokan data industri makanan dan minuman Indonesia kini tumbuh sekitar 10 persen.

KementerianPerdagangan berjanji akan mengontrol ketat gula mentah yang kemudian diolah menjadi gula rafinasi itu tidak merembes ke pasar tradisional dan dijual sebagai gula konsumsi.

Gula mentah sebanyak 200 ribu ton dengan spesifikasi khusus (misalnya untuk makanan bayi) diimpor dari Thailand, menurut Sekretaris Jenderal GAPPMI, Franky Sibarani.

Sebelumnya Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Deddy Saleh mengatakan pemerintah telah menetapkan alokasi impor gula mentah bagi delapan produsen gula rafinasi yang terdaftar sebagai importir produsen (IP) gula mentah. Namun Deddy saleh belum menyebut jumlah.

Kedelapan produsen tersebut yakni PT Jawa Manis, PT Sentra Usahatama Jaya (SUJ) PT Permata Dunia, PT Darmala Usaha Sukses, PT Angel Produk, PT Makasar Tene, PT Duta Sugar, dan PT Sugar Ladinda. (Int)

Miliki Segera Hunian Asri dilokasi Strategis, Griya Rindu Alam

Comments