Kemendag Dinilai tak Tegas Kontrol Gula Rafinasi

3 Januari 2017 12:48
Ilustrasi. Foto: Jawa Pos/JPNN

JAKARTA– Merembesnya gula rafinasi ke pasar konsumsi merupakan persoalan yang terus terjadi tiap tahun.

Karena itu, pemerintah diminta memperketat peredaran gula rafinasi.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Soemitro Samadikoen menyatakan, di pasar, ada peningkatan perembesan gula yang seharusnya ditujukan untuk industri itu.

Perembesan tersebut tidak hanya merugikan petani, tapi juga berdampak pada perekonomian nasional.

Karena itu, lanjut Soemitro, pihaknya mendesak Kemendag menindak tegas perusahaan gula rafinasi yang terbukti melakukan penyimpangan.

’’Ke depan, jangan sampai ada kasus serupa,’’ jelas Soemitro.

Dia mengungkapkan, diperlukan mekanisme kontrol baru terhadap industri gula rafinasi.

Hal itu bertujuan agar kasus perembesan atau penyimpangan gula rafinasi tidak terjadi terus-menerus.

Menurut dia, kuota izin impor gula rafinasi melebihi kebutuhan.

Kelebihan tersebut dinilai berpotensi menimbulkan perembesan.

’’Kami meminta Kementerian Perdagangan mengurangi kelebihan sebesar 600 ribu ton,’’ tuturnya.

Miliki Segera Hunian Asri dilokasi Strategis, Griya Rindu Alam

Comments