Investor Asing Lepas Saham Rp 12 Triliun Sepanjang November

4 Desember 2016 18:56

JAKARTA – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cenderung melemah sepanjang November 2016. Aksi jual investor asing menjadi salah satu pendorong pelemahan IHSG.

Berdasarkan data BEI, IHSG turun 5,05 persen atau 273,663 poin sepanjang November 2016. IHSG ditutup ke level 5.148,91 pada 30 November 2016.

Meski IHSG cenderung melemah sepanjang November 2016, rata-rata perdagangan saham cenderung menguat. Tercatat volume perdagangan saham sekitar 7,32 miliar saham dengan rata-rata transaksi harian Rp 7,4 triliun. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 263.745 kali. Kapitalisasi pasar saham mencapai Rp 5.575 triliun.

Namun, investor asing melakukan aksi jual cukup besar. Tercatat aksi jual sekitar Rp 12,36 triliun. Aksi jual terbesar mencapai Rp 2,6 triliun pada 11 November 2016.

Analis PT Semesta Indovest Aditya Perdana menuturkan, tekanan terjadi di IHSG sepanjang November lantaran saham-saham unggulan cenderung lesu antara lain saham PT Astra International Tbk turun 8,21 persen, saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk merosot 10,43 persen menjadi Rp 3.780 per saham, dan saham-saham bank.

Akan tetapi, menurut Aditya sebagian besar tekanan IHSG didorong dari sentimen global. Apalagi imbal hasil surat berharga Amerika Serikat (AS) melonjak diikuti Indonesia. Hal itu lantaran ada kekhawatiran bank sentral AS akan menaikkan suku bunga secepatnya.

Sentimen itu juga mendorong investor asing keluar dari emerging market termasuk Indonesia. Aditya menuturkan, investor asing keluar dari bursa saham juga lantaran telah mendapatkan imbal hasil menguntungkan di bursa saham. Hingga Oktober 2016, laju IHSG naik 18,06 persen.

“Investor asing melakukan aksi ambil untung. Dari sisi fundamental Indonesia sudah naik sebelum November. Keuntungan telah didapatkan di emerging market kemudian memegang kas.Kini mereka wait and see untuk melihat perkembangan kebijakan Amerika Serikat seperti apa,” kata dia.

Ia menambahkan, investor asing juga melihat kinerja keuangan emiten di pasar modal Indonesia sepanjang 2016 belum begitu ada perubahan signifikan. “Laporan keuangan kuartal III memang ada sedikit kenaikan, tapi masih konservati krena itu mereka realisasikan keuntungan jelang akhir tahun,” tutur Aditya.

Hal senada dikatakan Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya. Ia menuturkan, investor asing mereasaslikan keuntungan jelang akhir tahun sehingga melakukan aksi jual di pasar modal Indonesia. “Selain itu ada potensi karena perpindahan dana investasi ke aset komoditas dan mata uang,” ujar dia. (int)

Miliki Segera Hunian Asri dilokasi Strategis, Griya Rindu Alam

Comments